Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-13 14:54:18【Resep Pembaca】096 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(943)
Artikel Terkait
- Makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menambah tinggi badan
- SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal
- Dokter sebut diet tanpa mengonsumsi karbohidrat itu salah
- Kaltim bentuk SPPG wilayah 3T pastikan MBG sasar daerah terpencil
- BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022
- Kapal bantuan Turki berlayar ke Gaza, bawa 900 ton makanan dan obat
- Wagub Kepri tinjau dapur SPPG Batu IX pastikan keamanan program MBG
- SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal
- SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
- BPOM intensif kembangkan fitofarmaka demi tekan impor bahan baku obat
Resep Populer
Rekomendasi

Polri gelar tanam jagung kuartal IV guna dukung swasembada pangan

Kemenkes sebut 315 SPPG kini punya sertifikat laik higiene

Kemenkes gelar program PENARI 27 Oktober 2025 secara serenngak

Promosikan kuliner, makan gratis di Sungai Kapuas ramai pengunjung

Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG

Pemerintah: Ekspor udang ke AS wajib bersertifikat bebas radioaktif

Sukseskan MBG, TNI AD pelajari manajemen makanan militer Singapura

SPPG Tulungagung dihentikan sementara usai insiden keracunan massal